Sistem Kedokteran Barat dan Kedokteran Timur

saraf kejepit dengan akupuntur, akupuntur pelangsing, akupuntur sinshe, jasa akupuntur ke rumah, akupuntur syaraf, pengobatan jarum akupuntur, akupuntur untuk langsing, pengobatan tradisional akupuntur, akupuntur perut buncit, djoen akupuntur

Terdapat perbedaan antara sistem kedokteran Barat dan Timur berdasarkan penyebab penyakit, cara pemeriksaan dan diagnosis penyakit. Berdasarkan penyebab penyakit, dunia timur berpendapat bahwa penyakit dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor dalam (emosi dalam diri manusia, bila tidak terkendali maka dapat menyebabkan penyakit) dan faktor luar (cuaca dan lingkungan hidup). Pada dunia Timur tidak dikenal  bakteri, jamur, virus, dan mikroorganisme lain sebagai penyebab   penyakit. Sementara dunia barat menganalisis dan mencari suatu penyebab penyakit hingga ditemukan  penyebab  utamanya  seperti  bakteri,  virus,  dan sebagainya.  Sistem Barat memisahkan antara jiwa dan raga sehingga tidak mengenal adanya penyakit yang disebabkan oleh emosi.

Berdasarkan   cara   pemeriksaan,   dunia   Timur   mengenal metode pemeriksaan penyakit yang terdiri dari memandang atau mengamati, meraba, mendengar dan mencium, serta anamnesis. Ada pula cara yang unik yaitu dengan meraba denyut nadi, dengan memeriksa   denyut   nadi   maka   keadaan   energi   vital   dalam   12 meridian dapat diketahui dan dievaluasi. Sedangkan cara yang digunakan pada  kedokteran Barat hampir sama,  namun ditambah dengan menggunakan alat bantu sebagai pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan urin, tinja, pemeriksaan darah, dan sebagainya.

Berdasarkan diagnosis penyakit, dunia Timur mengklasifikasikannya menggunakan 8 patokan yang digunakan sebagai dasar diagnosis yaitu Yin, Yang, Nyata, Tersembunyi, Panas, Dingin, Sungguh, dan Semu. Pada dunia Barat, diagnosa didasarkan pada data yang terkumpul dari pemeriksaan, ditambah data hasil pemeriksaan penunjang, kemudian ditarik kesimpulan mengenai penyakit yang diderita.

Selain adanya perbedaan antara kedokteran Barat dan Timur, terdapat pula tiga titik temu antara keduanya, yaitu keduanya mengenal rangsangan saraf, mengenal prinsip keseimbangan, dan mengenal  faktor  stres.  Dalam  mengenal  rangsangan  saraf,  Felix Mann berpendapat bahwa kerja akupunktur pada dasarnya adalah sistem saraf. Kerja akupunktur didasarkan pada adanya hubungan antara organ dalam dengan bagian tubuh lain, hal ini sesuai dengan teori refleks saraf yang dikenal dalam neurofisiologi.

Persamaan   kedua   yaitu   mengenal   prinsip   keseimbangan. Pada kedokteran Barat, prinsip keseimbangan dikenal dengan istilah homeostasis.   Pada   akupunktur,   adanya   keseimbangan   menjadi syarat utama untuk terjadinya harmoni yaitu sehat. Homeostasis merupakan kemampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan dalam tubuh. Hal ini juga menjelaskan keseimbangan yang dimaksud dalam akupunktur. Persamaan terakhir yaitu dalam mengenali faktor stres. Ilmuwan Barat Hans Selye melakukan percobaan pada binatang dan menemukan bahwa stres merupakan pemicu penurunan daya tahan tubuh sehingga muncul suatu penyakit. Temuan ini merupakan suatu terobosan  dalam  kedokteran  Barat  dan  mengakui  bahwa  faktor psikis dapat menyebabkan penyakit. Kedokteran Timur jelas mengakui adanya hubungan faktor psikis dengan penyakit.