SEJARAH AKUPUNTUR

terapi akupuntur saraf mata, akupuntur peninggi badan, tusuk jarum solo, cara akupuntur wajah sendiri, akupuntur harapan indah, akupuntur mengecilkan perut, jarum akupuntur yang sering digunakan, akupuntur demam, akupuntur laktasi, pengobatan dengan tusuk jarum

Akupunktur  berasal  dari kata acus yang memiliki  arti jarum dan punctureyang berarti tusuk. Akupunktur merupakan salah satu pengobatan dengan cara menusukkan  jarum ke titik•titik aku• punktur  di dalam tubuh. Pengobatan ini telah dikenal oleh bangsa  China sejak 5000 tahun yang lalu. Pada saat itu akupunktur dilaku• kan dengan menekan tempat tertentu pada tubuh menggunakan batu dan bambu runcing. Alat yang digunakan kemudian berubah  seiring dengan perkembangan  zaman yaitu menggunakan  duri tanaman,  tulang  ikan lalu menggunakan  jarum dari perunggu. Sejarah ini tertulis dalam buku “Huang di Neijing” atau “The Yellow Emperor’s Classic of Internal Medicine” yang diterbitkan pada zaman Cun Ciu Can Kuo pada tahun 770•221 M.

Dalam buku “Biografi Bian Que dan Zhang Kung” telah tertulis sejarah akupunktur di  masa Dinasti Zhou (2000 SM).  Pada saat itu seorang ahli  akupunktur   bernama Bian Que berhasil menyembuhkan Pangeran Kuo dalam kondisi koma mengguna• kan akupunktur. Kemudian pada  masa  Dinasti  Tang  (618•907    M)  ilmu  akupunktur semakin berkembang pesat dan menyebar keluar negeri seperti Korea, Jepang dan lain•lain.  Pada masa itu pula pemerintah  mendirikan  sekolah  akupunktur dan moksibusi di China. Di sekolah ini terdapat 300 mahasiswa yang dibina oleh para praktisi spesialis akupunktur. Disinilah karya•karya klasik kembali dituliskan dan dipublikasikan ke masyarakat.

Selanjutnya pada masa Dinasti Ming (960•1644)  seorang ahli akupunktur  bernama  Dr.   Weng  Wei•Yi   berhasil  membuat  model akupunktur dalam bentuk patung perunggu. Patung ini dibuat sedemikan rupa untuk  menggambarkan  perjalanan  meridian dan titik•titik akupunktur. Selain itu seorang ahli akupunktur bernama  Yang Chi•Chou juga memberikan kontribusinya dengan menulis sebuah buku yang berjudul Zhen Jiu Da Cheng. Buku ini berisi kumpulan karya klasik pengobatan akupunktur dan moksibusi, penelitian  mengenai  metode manipulasi  akupunktur dan perkembangan terapi  moksibusi  dengan  moksa  kerucut.  Karya  ini banyak diterjemahkan dalam bahasa Jepang, Inggris, Jerman dan Prancis.

Pada  masa  pertengahan  abad  XX  akupunktur  mulai  berkem•  bang secara ilmiah. Pada tahun 1951 dibentuk Institut Pengobatan Akupunktur di  China. Di  sekolah inilah cikal  bakal ahli  akupunktur berkembang.  Dalam  perkembangannya   pengobatan  akupunktur tidak hanya ditangani oleh para ahli akupunktur yang konsen  mendalami  ilmu kedokteran timur saja, akan tetapi  para dokter  yang memiliki basic ilmu kedokteran baratpun berlomba untuk mempelajari dan melakukan praktik yang serupa. Hingga tahun 1958 dilakukan riset berbagai riset dan penelitian dalam bidang ilmu pengobatan akupunktur. Dari kegiatan ini banyak literature baru yang diterbitkan dan disebarluaskan.

Penelitan  akupunktur  terus berkembang  pesat. Pada tahun 1968 penelitian akupunktur  dilakukan dalam bidang anestesi. Berbagai macam kasus telah ditangani meliputi tonsilektomi,  pen• cabutan gigi, apendiktomi, operasi caesar, ovariektomi, kolangio• grafi, pengangkatan tumor otak dan lain sebaginya.  Hingga saat ini  riset  terus  berjalan  dan  berkembang  pada spesialis   akupunktur   dibidang lainnya seperti akupunktur   estetika dan lain•lain.

Kemajuan ilmu akupunktur yang pesat menarik perhatian lembaga kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO). Pada tahun 1975 WHO mendirikan lembaga kursus pelatihan akupunktur internasional di tigatempat yaitu Beijing, Shanghai dan Nanjing. Pada tahun 1980 WHO melakukan verifikasi nama pada tiap titik akupunktur.   WHO menemukan   adanya perbedaan  nama titik akupunktur  yang berasal Jepang dan China. Untuk menyikapi perbedaan ini WHO melakukan standarisasi mengenai nama titik, nomor titik, jumlah meridian,  titik ekstra  dan titik akupunktur di kepala. Pada bulan November 1989 WHO mengumumkan hasil standarisasi melalui komite internasional. Hasil kesepakatan  ter• dapat 361 titik akupunktur, 8 meridian, 48 titik ekstra..

Ilmu pengobatan akupunktur juga berkembang diberbagai negara di dunia.  Di  Jepang  ilmu  akupunktur tercatat  sejak  250  tahun  SM. Akupunktur di  Jepang dikembangkan oleh seorang ahli  akupunktur bernama Jofku yang berasal dari China. Pada abad ke•7 pemerintah Jepang  mendelegasikan dokter  ke   China  untuk  mempelajari  ilmu pengobatan tradisional timur. Setelah  mendapat pendidikan disan mereka kembali ke Jepang dan membuka pengobatan  akupunktur  dan moksibusi dengan meniru sistem pengobatan seperti pada masa Dinasti Tang.

Di Korea  ilmu akupunktur  diperkirakan  masuk  sejak 2000 tahun yang lalu. Pada tahun 541 M Kaisar Liangwu mengirim• kan para tabib dan pengrajin  ke China untuk mempelajari  ilmu akupunktur  dan moksibusi. Pada tahun 1963 telah tercatat dalam sejarah bahwa dimasa itu pengobatan

akupunktur  berkembang  pesat di Korea. Perkembangan  ini merupakan hasil prestasi keberhasilan  seorang ilmuwan ahli biologi  dari Universitas Pyong Yang. Ilmuwan tersebut bernama Prof. Kim Bong Han. Tokoh ini yang telah meneliti dan berhasil menemukan secara histologis dan elektrobiologis mengenai meridian dan titik akupunktur• nya dalam teori Sistem Kyung Rak (Cing Luo). Dalam teorinya dinyatakan bahwa titik akupunktur terletak  dalam  korpuskel•   korpuskel yang  banyak mengandung DNA yang sangat penting dalam metabolisme tubuh.

Di Belanda  ilmu akupunktur  dikembangkan  oleh seorang tokoh bernama Wilhelem ten Rhyne. Tokoh ini merupakan seorang dokter yang menerbitkan buku pengobatan akupunktur dalam menangani penyakit rematik. Buku ini diterbitkan di London pada tahun 1683.

Ilmu kedokteran  timur khususnya  pengobatan  akupunktur  tidak hanya berkembang di negara•negara Asia saja namun bebe• rapa negara di Eropa  juga tertarik  mempelajari  ilmu pengobatan  ini. Di Prancis  tercatat sejak akhir abad XVIII. Seorang tokoh bernama Louise Berlioz mempelajari ilmu  pengobatan China.  Pada  tahun  1825  electroacupuncture    telah digunakan untuk mengatasi penyakit gout, rematik dan lain•lain. Saat ini French National  Service  sebuah  Badan  Nasional  Prancis  telah mengakui pengobat• an akupunktur. Lebih dari 10 rumah sakit yang telah mempunyai bagian akupunktur untuk melayani kebutuhan masyarakat. Beberapa organisasi akupunktur  juga telah dibentuk seperti La Sociate Francaise d’acupuncture,   L’Organisation   Pour   Etude   et   Le   Development de L’Acupuncture.    Di   negara  Jerman  tokoh  akupunktur bernama  Dr.

Engelbrecht Kapfer  menulis  pengalamannya dalam   buku   Curatio PerAcupuncturen Joponibus Usitata pada  tahun 1712. Selanjutnya  Dr. Gerhard  Bachman menulis  buku de•  ngan judul Die Acupuncturen  Eine Ordnungstherapie pada tahun 1959. Di Indonesia asal mula pengobatan akupunktur tidak lepas dari peran orang•orang   China. Perantau yang berasal dari negeri tersebut selain memperkenalkan    budaya  dan   kebiasaannya juga   membawa  ilmu pengobatan yang berasal dari negara mereka. Meskipun pada awalnya akupunktur hanya berkembang di lingkungan mereka saja, namun saat ini pengobatan akupunktur juga memberikan kontribusi besar dan menjadi salah satu pe•  layanan kesehatan di negeri ini. Pada tahun 1963 Prof Dr.Satrio yang saat itu menjabat sebagai  Menteri Kesehatan memberikan instruksi kepada Departemen Kesehatan untuk melakukan penelitian dan pengembangan  ilmu pengobatan timur terma•   suk di dalamnya pengobatan akupunktur. Praktik akupunktur ini  secara resmi masuk dalam salah satu layanan kesehatan di RS Dr. Cipto Mangunkusumo  di bagian Penyakit Dalam dan se•   lanjutnya berkembang menjadi Unit Akupunktur RS Dr. Cipto Mangunkusumo. Selain memberi pelayanan kepada para pengun• jung, unit akupunktur  ini juga berkembang menyelenggarakan program  pendidikan  untuk  mencetak  para dokter  spesialis  aku•  punktur. Pada  tahun  1975  mulai  dibentuk organisasi•organisasi    akupunktur diantaranya   adalah Ikatan Akupunkturis   Indonesia (IAI),   Persatuan Akupunktur Indonesia (PAI) dan Ikatan Naturopati Indonesia (INI).