fungsi akupuntur untuk pelangsingan, akupuntur didepok, kegunaan akupuntur untuk kesehatan, akupuntur buat kurus, akupuntur dibogor, akupuntur untuk menghilangkan kantung mata, akupuntur syaraf terjepit, akupuntur pak yun, jarum akupuntur wajah, akupuntur di jakarta

Sistem Saraf Tepi berdasarkan fungsinya dibagi menjadi 2 bagian yaitu : Sistem
Saraf Somatik (SSS) yang dipengaruhi kesadaran dan Sistem Saraf Otonom (SSO )
untuk mengatur jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari Contoh Jaringan dan
organ tubuh yang utama diatur oleh sistem saraf otonom adalah pembuluh darah
dan jantung. Juga mempersarafi alat dalam tubuh lain seperti kelenjar, paru-paru,
lambung, usus dan ginjal
Sistem Saraf Otonom adalah bagian dari saraf Tepi yang mengurus semua proses
yang involunter dan yang timbul secara reflektorik. Sistim Saraf Otonom:
pengendalian organ – organ dalam secara tidak sadar, disebut juga Susunan Saraf
Tak Sadar. Misal; Vasodilatasi – vasokonstriksi, Bronkodilatasi – bronkokonstriksi,
Peristaltik, Berkeringat, Merinding, dan sebagainya.
SSO Dibagi dalam : bagian pusat : sistim limbik , hipotalamus , jaras – jarasnya .
Bagian tepi : rantai neuron : ganglion para vertebralis , juluran aferen – eferen
Bagian sistem saraf yang mengatur fungsi viseral tubuh disebut sistem saraf otonom
Sistem saraf otonom adalah bagian sistem saraf tepi yang mengatur fungsi viseral
tubuh.Sistem ini membantu mengatur tekanan arteri, motilitas dan sekresi gastrointestinal. pengosongan kandung kemih, berkeringat. Mengatur suhu tubuh dan
banyak aktivitas lainnya. Ada sebagian yang diatur saraf otonom sedangkan yang
lainnya sebagian saja.Sistem saraf otonom terutama diaktifkan oleh pusat-pusat
yang terletak di medula spinalis, batang otak, dan hipotalamus.juga dibagian korteks
serebri khususnya korteks limbik, Korteks limbik dapat menghantarkan impuls ke
pusat-pusat yang lebih rendah sehingga mempengaruhi pengaturan otonomik
Pada Sistem Saraf Otonom terdapat 2 jenis persarafan otonom yang fungsinya
saling bertentangan atau berlawanan , dimana bila yang satu merangsang yang lain
akan menghambat dan sebaliknya. Ke 2 susunan Sistem Saraf Otonom ini terdiri
dari Bagian simpatetik yaitu: saraf simpatis : bekerja untuk merangsang/ memacu
kerja organ-organ tubuh. Dan Bagian parasimpatetik yaitu: saraf parasimpatis yang
bekerja menstabilkan kembali aktivitas organ-organ tubuh tersebut . Pada. saat saraf
simpatik mempengaruhi sebuah organ untuk meningkatkan aktivitas organ tertentu,
saraf parasimpatik kebalikannya yaitu akan menurunkan aktifitasnya organ tersebut.
Perbedaan ini terjadi karena neurotransmiter yang dihasilkan kedua saraf tersebut
berbeda. dimana: neurotransmiter saraf simpatik adalah Noradrenalin sedangkan
neurotransmiter saraf parasimpatik adalah asetilkolin
Menurut fungsinya sistim saraf otonom dibagi 2 bagian: Sistim Simpatis . Terletak
didepan kolumna vertebra yang berhubungan dengan sumsum tulang belakang
melalui serabut – serabut saraf dan Sistim parasimpatis . Terbagi atas 2 bagian :
Saraf Otonom Kranial dan. Saraf Otonom Sakral
Fungsi saraf otonom secara umum : Mengatur motilitas dan sekresi pada kulit,
pembuluh darah dan organ viseral dengan cara merangsang pergerakan otot polos
dan kelenjar eksokrin Juga mengatur dan memelihara kehidupan vegetatif ; Miksi,
Enuresis dan Defekasi
Refleks otonom adalah refleks yang mengatur organ viseral meliputi :refleks otonom
kardiovaskular, refleks otonom gastrointestinal, refleks seksual, refleks otonom yang
membantu pengaturan sekresi kelenjar pankreas, pengosongan kandung empedu,
ekskresi urin pada ginjal, berkeringat, konsentrasi glukosa darah dan sebagian besar
fungsi viseral lainnya.