Terapi Kanker: Jenis Pengobatan, Prosedur, Efek Samping, dan Perawatan Pendukung
Terapi kanker adalah serangkaian tindakan medis yang dilakukan untuk mengendalikan, menghilangkan, memperlambat pertumbuhan, atau mengurangi gejala akibat kanker. Jenis terapi yang diberikan tidak sama untuk setiap pasien karena bergantung pada jenis kanker, lokasi tumor, stadium kanker, karakteristik sel kanker, kondisi kesehatan pasien, serta tujuan pengobatan.

terapi kanke
Kanker merupakan kelompok penyakit yang terjadi ketika sel abnormal tumbuh tidak terkendali, dapat menyerang jaringan di sekitarnya, dan pada kondisi tertentu menyebar ke organ lain melalui proses yang disebut metastasis. Menurut World Health Organization (WHO), kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Banyak jenis kanker memiliki peluang hasil pengobatan yang lebih baik apabila ditemukan sejak dini dan mendapatkan terapi yang sesuai.
Karena itu, terapi kanker sebaiknya tidak hanya dipahami sebagai satu jenis pengobatan. Penanganan kanker merupakan rangkaian proses yang dapat meliputi deteksi dini, diagnosis, penentuan stadium, terapi utama, pengendalian efek samping, rehabilitasi, pemantauan kekambuhan, dan perawatan paliatif.
Apa Tujuan Terapi Kanker?
Tujuan terapi kanker dapat berbeda antara satu pasien dengan pasien lainnya.
Pada sebagian pasien, pengobatan ditujukan untuk menghilangkan kanker atau mencapai remisi. Pada kondisi lain, terapi bertujuan memperlambat pertumbuhan kanker, mengendalikan penyebaran penyakit, memperpanjang usia, atau mengurangi keluhan yang muncul akibat kanker.
WHO menjelaskan bahwa tujuan utama pengobatan kanker pada umumnya adalah menyembuhkan kanker atau memperpanjang kehidupan secara bermakna, sekaligus menjaga kualitas hidup pasien.
Oleh sebab itu, pilihan terapi tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan nama penyakit. Dokter perlu mengetahui jenis dan stadium kanker serta kondisi pasien secara menyeluruh.
Bagaimana Menentukan Terapi Kanker?
Sebelum menentukan terapi, dokter biasanya melakukan pemeriksaan untuk mengetahui jenis kanker dan tingkat perkembangannya.
Pemeriksaan dapat meliputi:
- pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan;
- pemeriksaan darah atau laboratorium;
- pemeriksaan pencitraan seperti USG, CT scan, MRI, atau PET scan;
- biopsi untuk memeriksa jaringan yang dicurigai sebagai kanker;
- pemeriksaan biomarker atau karakteristik molekuler tertentu pada kanker;
- penentuan stadium kanker.
Hasil pemeriksaan tersebut membantu dokter menentukan terapi yang paling sesuai. Pada beberapa jenis kanker, pemeriksaan biomarker dapat membantu menentukan apakah pasien mungkin mendapatkan manfaat dari terapi target atau terapi tertentu lainnya.
Penanganan kanker juga dapat melibatkan tim multidisiplin, misalnya dokter spesialis onkologi, dokter bedah, dokter radioterapi, ahli patologi, perawat, ahli gizi, dan tenaga kesehatan lain sesuai kebutuhan pasien. WHO menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam pelayanan kanker.
Jenis Terapi Kanker
Tidak semua pasien membutuhkan seluruh jenis terapi kanker. Sebagian pasien hanya mendapatkan satu metode pengobatan, sedangkan pasien lainnya membutuhkan kombinasi beberapa terapi.
Berikut beberapa jenis terapi kanker yang umum digunakan.
1. Operasi Kanker
Operasi atau pembedahan merupakan salah satu metode utama dalam penanganan kanker.
Pada kondisi tertentu, dokter bedah dapat mengangkat tumor beserta jaringan di sekitarnya. Operasi dapat bertujuan menghilangkan kanker, mengurangi ukuran tumor, mengambil jaringan untuk diagnosis, atau mengatasi komplikasi tertentu.
Tidak semua kanker dapat ditangani dengan operasi. Keputusan untuk melakukan pembedahan bergantung pada jenis kanker, lokasi tumor, ukuran tumor, stadium, dan kondisi pasien.
Operasi kanker juga dapat dikombinasikan dengan kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, terapi target, atau imunoterapi sesuai kebutuhan.
2. Kemoterapi
Kemoterapi adalah terapi kanker menggunakan obat-obatan yang bekerja membunuh sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya.
Kemoterapi dapat diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor, setelah operasi untuk mengurangi kemungkinan kanker kembali, atau sebagai terapi utama pada kanker tertentu.
Pada kanker yang sudah menyebar, kemoterapi juga dapat digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit atau mengurangi gejala yang disebabkan oleh tumor.
Karena obat kemoterapi juga dapat memengaruhi sel tubuh yang tumbuh cepat, pasien dapat mengalami efek samping seperti mual, muntah, rambut rontok, kelelahan, atau penurunan jumlah sel darah. Jenis dan tingkat efek samping berbeda-beda tergantung obat yang digunakan dan kondisi pasien.
3. Radioterapi
Radioterapi menggunakan radiasi dengan dosis tertentu untuk merusak atau menghancurkan sel kanker dan mengecilkan tumor.
Radioterapi dapat diberikan menggunakan mesin dari luar tubuh atau melalui sumber radiasi yang ditempatkan di dalam tubuh pada kondisi tertentu.
Terapi radiasi dapat digunakan sebagai pengobatan utama, setelah operasi, bersama kemoterapi, atau untuk mengurangi gejala akibat kanker.
Efek samping radioterapi bergantung pada bagian tubuh yang mendapatkan radiasi. Pasien dapat mengalami kelelahan atau perubahan pada kulit di area yang diterapi.
4. Terapi Target
Terapi target merupakan pengobatan yang diarahkan pada perubahan atau protein tertentu yang membantu sel kanker tumbuh, membelah, atau menyebar.
Berbeda dengan kemoterapi yang bekerja terhadap sel yang tumbuh cepat secara lebih luas, terapi target dirancang untuk mengenali sasaran biologis tertentu pada sel kanker.
Karena itu, pemeriksaan biomarker dapat menjadi bagian penting dalam menentukan apakah terapi target sesuai untuk pasien tertentu.
Terapi target dapat berupa obat molekul kecil maupun antibodi monoklonal. Pemilihan obat bergantung pada jenis kanker dan perubahan biologis yang ditemukan pada sel kanker.
5. Imunoterapi
Imunoterapi adalah pengobatan yang membantu sistem kekebalan tubuh mengenali atau melawan sel kanker.
Sistem imun sebenarnya memiliki kemampuan untuk menyerang sel yang dianggap abnormal. Namun, sel kanker dapat menggunakan berbagai mekanisme untuk menghindari respons imun. Imunoterapi dirancang untuk membantu mengatasi mekanisme tersebut pada jenis kanker tertentu.
Imunoterapi tidak cocok untuk semua pasien. Dokter akan mempertimbangkan jenis kanker, stadium, karakteristik tumor, kondisi pasien, dan hasil pemeriksaan tertentu sebelum menentukan penggunaannya.
6. Terapi Hormon
Beberapa jenis kanker menggunakan hormon tertentu untuk membantu pertumbuhannya. Contohnya adalah sebagian kanker payudara dan kanker prostat.
Terapi hormon bekerja dengan mengurangi produksi hormon tertentu atau menghambat pengaruh hormon tersebut terhadap sel kanker.
Terapi hormon dapat digunakan untuk mengendalikan kanker, mengurangi kemungkinan kanker kembali, atau membantu meredakan gejala pada kondisi tertentu.
7. Transplantasi Sel Punca Darah
Transplantasi sel punca darah dapat digunakan pada kondisi kanker tertentu, terutama beberapa jenis kanker darah.
Prosedur ini bertujuan mengembalikan sel punca pembentuk darah setelah pasien mendapatkan terapi dengan dosis tinggi yang dapat merusak sel pembentuk darah.
Sel punca dapat berasal dari pasien sendiri atau donor, tergantung jenis penyakit dan rencana terapi yang ditentukan oleh dokter.
8. Terapi Sel CAR-T
CAR-T cell therapy merupakan salah satu bentuk imunoterapi yang menggunakan sel T pasien.
Dalam terapi ini, sel T diambil dari tubuh pasien kemudian dimodifikasi di laboratorium agar memiliki kemampuan mengenali target tertentu pada sel kanker. Sel yang telah dimodifikasi kemudian diberikan kembali kepada pasien.
Terapi CAR-T merupakan terapi khusus yang digunakan pada kondisi kanker tertentu dan membutuhkan fasilitas serta tim medis dengan keahlian khusus.
9. Terapi Kombinasi
Pada banyak kasus, dokter tidak menggunakan satu jenis terapi saja.
Contohnya, pasien dapat mendapatkan:
operasi + kemoterapi
atau
operasi + radioterapi
atau
kemoterapi + radioterapi
atau kombinasi dengan terapi target, imunoterapi, atau terapi hormon sesuai karakteristik kanker.
NCI menjelaskan bahwa banyak pasien kanker mendapatkan kombinasi beberapa metode pengobatan, tergantung jenis dan tingkat perkembangan kanker.
Apakah Terapi Kanker Sama untuk Semua Pasien?
Tidak.
Dua orang dengan diagnosis kanker yang sama belum tentu mendapatkan terapi yang sama. Dokter dapat mempertimbangkan:
- jenis kanker;
- lokasi kanker;
- ukuran tumor;
- stadium kanker;
- apakah kanker sudah menyebar;
- karakteristik atau biomarker sel kanker;
- usia dan kondisi kesehatan pasien;
- penyakit penyerta;
- terapi yang pernah dijalani;
- respons terhadap terapi sebelumnya;
- tujuan pengobatan;
- kondisi dan pilihan pasien.
Karena itu, pasien kanker sebaiknya tidak mengganti atau menghentikan pengobatan yang telah direkomendasikan dokter hanya berdasarkan pengalaman pasien lain.
Efek Samping Terapi Kanker
Terapi kanker dapat menimbulkan efek samping. Jenis dan tingkat efek samping bergantung pada terapi yang digunakan, dosis, lokasi pengobatan, serta kondisi pasien.
Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain:
- mual dan muntah;
- kelelahan;
- kehilangan nafsu makan;
- rambut rontok;
- perubahan berat badan;
- gangguan pada kulit;
- penurunan jumlah sel darah;
- risiko infeksi;
- nyeri;
- gangguan pencernaan;
- perubahan fungsi organ tertentu;
- gangguan saraf pada terapi tertentu.
Tidak semua pasien mengalami efek samping yang sama.
Pasien sebaiknya memberitahukan keluhan baru kepada dokter atau tenaga kesehatan yang menangani. Jangan menghentikan obat kanker secara mandiri karena khawatir terhadap efek samping tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Perawatan Pendukung Selama Terapi Kanker
Selain terapi yang ditujukan langsung untuk kanker, pasien juga membutuhkan perawatan pendukung.
Perawatan pendukung dapat mencakup:
Pemenuhan nutrisi
Pasien perlu mendapatkan asupan makanan yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan terapi yang sedang dijalani. Pada pasien tertentu, konsultasi dengan ahli gizi dapat membantu mengatasi penurunan nafsu makan atau masalah nutrisi.
Aktivitas fisik sesuai kondisi
Aktivitas fisik yang aman dan sesuai kemampuan dapat membantu mempertahankan fungsi tubuh selama proses pengobatan. Jenis dan intensitas aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasien.
Dukungan psikologis
Diagnosis kanker dapat memberikan beban emosional bagi pasien maupun keluarga. Dukungan keluarga, konseling, psikolog, atau tenaga profesional lainnya dapat menjadi bagian dari perawatan.
Manajemen nyeri dan gejala
Nyeri, mual, sesak, kelelahan, gangguan tidur, dan keluhan lainnya perlu ditangani secara tepat agar kualitas hidup pasien tetap terjaga.
Perawatan paliatif
Perawatan paliatif bukan berarti menghentikan semua pengobatan kanker. Paliatif berfokus pada mengurangi penderitaan dan meningkatkan kualitas hidup pasien serta keluarga, termasuk menangani masalah fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. WHO menyatakan bahwa perawatan paliatif merupakan bagian penting dari perawatan kanker, terutama pada penyakit lanjut.
Apakah Terapi Komplementer Bisa Digunakan pada Pasien Kanker?
Sebagian pasien kanker menggunakan terapi komplementer untuk membantu mengatasi keluhan atau meningkatkan kenyamanan selama menjalani pengobatan.
Terapi komplementer berbeda dengan terapi pengganti.
Terapi komplementer digunakan sebagai pendamping pengobatan kanker yang telah direkomendasikan dokter, bukan untuk menggantikan operasi, kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, terapi target, atau terapi lain yang memang dibutuhkan pasien.
Beberapa pendekatan komplementer dapat digunakan untuk membantu aspek tertentu seperti relaksasi, pengelolaan stres, kenyamanan, atau gejala tertentu. Namun, keamanan dan kesesuaiannya harus diperhatikan.
Khusus penggunaan herbal, jamu, suplemen, akupunktur, bekam, atau terapi tradisional lainnya, pasien kanker sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang menangani. Beberapa herbal atau suplemen dapat berinteraksi dengan obat kanker atau memengaruhi proses pengobatan.
Karena itu, terapi komplementer sebaiknya dilakukan secara terintegrasi, transparan, dan tidak menggantikan terapi kanker yang telah terbukti secara medis.
Terapi Kanker dan Pengobatan Paliatif
Pada kanker stadium lanjut, tujuan pengobatan dapat berubah. Jika kanker tidak dapat disembuhkan, dokter tetap dapat memberikan terapi untuk mengendalikan penyakit dan mengurangi gejala.
Pengobatan paliatif dapat membantu menangani:
- nyeri;
- sesak napas;
- mual;
- gangguan tidur;
- kelemahan;
- masalah psikologis;
- masalah sosial;
- kebutuhan spiritual;
- dukungan bagi keluarga.
Perawatan paliatif dapat diberikan bersamaan dengan pengobatan kanker dan tidak hanya diperuntukkan bagi pasien pada hari-hari terakhir kehidupan. Tujuannya adalah membantu pasien menjalani kehidupan dengan kualitas yang lebih baik selama menghadapi penyakit serius.
Bagaimana Mendukung Pasien Setelah Terapi Kanker?
Selesainya terapi kanker bukan berarti pasien tidak membutuhkan pemantauan.
Pasien yang telah menjalani terapi tetap perlu mengikuti jadwal kontrol yang diberikan dokter. Pemantauan dapat dilakukan untuk melihat respons terapi, mendeteksi kemungkinan kekambuhan, menangani efek jangka panjang, dan menjaga kesehatan setelah pengobatan.
Perawatan setelah kanker juga dapat mencakup rehabilitasi, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dukungan psikologis, dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala.
Pencegahan Kanker
Tidak semua kanker dapat dicegah, tetapi risiko sebagian kanker dapat dikurangi dengan perubahan gaya hidup dan tindakan pencegahan berbasis bukti.
WHO merekomendasikan berbagai langkah untuk mengurangi risiko kanker, antara lain:
- tidak merokok;
- menjaga berat badan sehat;
- mengonsumsi makanan bergizi dengan cukup buah dan sayuran;
- melakukan aktivitas fisik secara teratur;
- menghindari atau membatasi alkohol;
- mendapatkan vaksinasi HPV dan hepatitis B sesuai rekomendasi;
- mengurangi paparan radiasi ultraviolet;
- menghindari paparan karsinogen di lingkungan kerja;
- mengurangi paparan polusi udara;
- melakukan pemeriksaan kesehatan dan skrining sesuai faktor risiko.
WHO memperkirakan sebagian kasus kanker dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko dan penerapan strategi pencegahan yang sudah terbukti.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Segera konsultasikan kepada dokter apabila terdapat keluhan yang tidak biasa atau menetap, terutama jika ditemukan:
- benjolan yang tidak diketahui penyebabnya;
- penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas;
- perdarahan yang tidak biasa;
- perubahan pola buang air besar atau buang air kecil;
- batuk atau suara serak yang menetap;
- luka yang sulit sembuh;
- perubahan pada tahi lalat;
- nyeri yang menetap;
- kelelahan berkepanjangan;
- keluhan lain yang semakin memburuk.
Gejala tersebut tidak selalu berarti kanker. Banyak kondisi lain yang dapat menyebabkan keluhan serupa. Namun, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Deteksi dan diagnosis lebih awal dapat meningkatkan kemungkinan kanker mendapatkan penanganan yang efektif.
Kesimpulan
Terapi kanker merupakan rangkaian pengobatan yang disesuaikan dengan jenis kanker, stadium, karakteristik tumor, kondisi pasien, serta tujuan terapi. Pengobatan dapat berupa operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi target, imunoterapi, terapi hormon, transplantasi sel punca, terapi sel CAR-T, atau kombinasi beberapa metode.
Tidak ada satu terapi kanker yang cocok untuk semua pasien. Karena itu, diagnosis yang tepat dan konsultasi dengan dokter atau tim onkologi merupakan bagian penting sebelum menentukan pengobatan.
Selain terapi utama, pasien juga membutuhkan perawatan pendukung, pengelolaan efek samping, dukungan nutrisi dan psikologis, rehabilitasi, serta perawatan paliatif bila diperlukan.
Terapi komplementer seperti akupunktur atau herbal, bila dipertimbangkan, sebaiknya ditempatkan sebagai pendamping, bukan pengganti terapi kanker yang direkomendasikan dokter. Komunikasikan seluruh terapi, obat, jamu, dan suplemen yang digunakan kepada tim medis agar keamanan dan kemungkinan interaksi dapat dipertimbangkan.
Pada akhirnya, penanganan kanker yang baik membutuhkan pendekatan menyeluruh mulai dari pencegahan, deteksi dini, diagnosis, terapi, pemantauan, rehabilitasi, hingga perawatan paliatif dan survivorship.