Terapi Akupuntur dan Moksibusi

bengkel stroke pak agus magelang, bengkel stroke pak agus, akupuntur syarat kejepit di magelang, terapi stroke di magelang, pengobatan kanker di magelang, pengobatan diabet di magelang, pengobatan ginjal di magelang, pengobatan nyeri di magelang

Dalam terapi akupunktur dan moksibusi, sama seperti terapi TCM lainnya, praktisi harus melakukan analisis yang cermat dengan empat metode diagnosis hingga ditegakkan diagnosis, seperti defisiensi atau ekses, dingin atau panas. Praktisi harus yakin meridian organ mana yang terpajan, lalu dieksplorasi etiologi dan patogenesis penyakit hingga diketahui sindrom penyakitnya. Terapi dilakukan dengan meregulasi Yin dan Yang, memperkuat daya tahan tubuh dan mengeliminasi faktor patogen, melancarkan meridian melalui akupunktur, moksibusi atau kop.

A. Prinsip Terapi Akupuntur dan Moksibusi

A.1. Tonofikasi Defisiensi dan Meresduksi Ekses

Pertarungan antara Qi sehat (Zheng Qi) dan faktor patogen merupakan dasar proses yang menentukan perkembangan dan daya tahan terhadap penyakit. Dalam hal terapi, perhatian pada penguatan Qi sehat dan eliminasi faktor patogen. Tonifikasi defisiensi, yakni memperkuat daya tahan tubuh, digunakan untuk kondisi defisiensi Qi sehat, yang tidak mampu menahan invasi faktor patogen.

Mereduksi ekses, yakni mengeliminasi faktor patogen, digunakan untuk kondisi ekses faktor patogen, yang membuat Qi sehat terkalahkan oleh faktor patogen yang ekses.

Akupunktur dan moksibusi dapat berperan penting dalam meningkatkan Qi sehat dan eliminasi faktor patogen, sejauh pemilihan titiknya tepat dan manipulasinya sesuai. Dan prinsip terapi adalah penguatan Qi sehat.

A.2. Membersihkan panas dan menghangatkan dingin

Metode membersihkan panas digunakan untuk terapi berbagai jenis sindrom panas. Untuk sindrom panas eksterior atau interior yang menyebabkan gejala seperti tidak sadarkan diri, jarum harus ditusukkan dangkal dan dicabut dengan cepat.

Metode menghangatkan dingin digunakan untuk terapi berbagai jenis sindrom dingin. Untuk sindrom dingin yang disebabkan oleh invasi dingin eksogen atau dingin endogen yang disebabkan oleh defisiensi Yang, jarum harus ditusukkan dalam dan perlu diretensi.

A.3. Terapi Akar dan Ranting

Akar dan ranting adalah dua konsep berlawanan yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara perubahan patologis mayor dan minor dari berbagai kondisi dalam perjalanan suatu penyakit. Misalnya, daya tahan tubuh adalah akar, dan faktor patogen adalah ranting; etiologi adalah akar dan simtom adalah ranting; organ internal adalah akar dan permukaan tubuh adalah ranting; kelainan primer adalah akar dan kelainan sekunder adalah ranting. Hubungan antara akar dan ranting dari suatu penyakit dapat menjadi transformasi resiprokal di bawah kondisi tertentu.

Dalam terapi klinis penyakit dan sindrom komplikasi dan berubah-ubah, kita harus pertama-tama menentukan yang mana yang urgen untuk diterapi, akar atau ranting, atau kombinasi keduanya. Secara umum, terapi ranting terutama ditujukan kepada kondisi akut, sedangkan terapi akaar terutama ditujukan kepada kondisi kronis. Dan terapi akar dan ranting secara kombinasi ditujukan kepada kondisi serius baik di akar maupun ranting.

A.4. Terapi berbeda untuk penyakit sama, dan terapi sama untuk penyakit berbeda

1. Terapi berbeda untuk penyakit sama

Hal tersebut berarti memberikan terapi yang berbeda sesuai variasi sindrom dari suatu penyakit. Misalnya,  insomnia dapat disebabkan oleh stagnasi Qi hati dan membaranya api hati, maka terapinya adalah memilih akupoin di meridian hati Jueyin kaki, menusukkan jarum secara reduksi (sedasi) untuk melancarkan hati dan menghalau depresi; sedangkan untuk insomnia yang disebabkan oleh disharmoni jantung-ginjal, terapinya adalah memilih akupoin di meridian jantung Shaoyang tangan dan meridian ginjal Shaoyin kaki, menusukkan jarum secara tonifikasi untuk memulihkan interaksi normal harmonis antara jantung dan ginjal, nutrisi Yin mereduksi patogen api.

2. Terapi Sama Untuk Penyakit Berbeda

Hal tersebut berarti penyakit berbeda dengan sindrom dan patogenesis yang sama dapat diterapi dengan metode yang sama. Contohnya, ptosis organ seperti gastroptosis, prolaps rekti, prolaps uteri, meskipun lokasi patogeniknya berbeda dan gejala spesifiknya berbeda, patogenesis semuanya adalah karena tenggelamnya Qi tengah. Oleh sebab itu, terapi terhadap semua penyakit tersebut dapat dilakukan dengan menusukkan jarum di titik Baihui (GV20), Zhongwan (CV12), Qihai (CV6), untuk tonifikasi Qi, perkuat Yang dan menghalau depresi.

A.5. Parsial dan Keseluruhan

  1. Terapi Parsial

Terapi untuk gejala topikal, misalnya, terapi terhadap sakit gigi biasanya dengan menusuk titik Dicang (ST4), Jiache (ST6); terapi untuk sakit lambung biasanya dengan menusuk titik Zhongwan (CV12), Tianshu (ST25).

2. Terapi keseluruhan

Terapi terhadap patogenesis penyakit, misalnya terapi terhadap pusing dan sakit kepala karena hiperaktif asenden Yang hati, biasanya dengan menusuk akupoin Taichong (LR3), Zhaohai (KI6), Yongquan (KI1), untuk menutrisi ginjal dan melegakan hati.

3. Terapi Kombinasi Parsial dan Keseluruhan

Terapi terhadap penyakit dan gejalanya sekaligus. Terapi ini lebih dipilih untuk meningkatkan efek kuratif. Misalnya, sakit lambung karena Qi hati hiperaktif menyerang lambung, terapi parsial adalah dengan menusuk titik Zhongwan (CV12), Tianshu (ST25), untuk menyelaraskan lambung mengatasi nyeri; terapi keseluruhan adalah dengan menusuk Taichong (LR3), Ganshu (BL18) untuk melegakan hati dan memacu sirkulasi Qi.

B. Seleksi dan Kombinasi Akupoin

B.1. Metode seleksi akupoin

1. Seleksi akupoin yang dekat

Ini adalah metode memilih akupoin yang berlokasi di area dekat lesi penyakit, misalnya, Yingxiang (LI20) dipilih untuk terapi penyakit hidung, Ermen (TE21) dan Yifeng (TE17) untuk terapi masalah telinga; Dubi (ST35) dan Heding (EX-LE2) dipilih untuk terapi bengkak nyeri lutut.

2. Seleksi akupoin yang jauh

Ini adalah metode memilih akupoin yang berlokasi jauh dari lesi penyakit. Ini dikombinasi dengan jalur dari meridian dan memberikan ekspresi kepada aturan kuratif, bahwa lokasi yang dilalui meridian adalah tempat terjadinya efek kuratif. Metode ini khususnya sesuai untuk pemilihan akupoin di distal siku dan lutut dalam terapi penyakit di kepala dan wajah, lima organ indera dan penyakit organ dalam. Diperbolehkan untuk memilih titik pada meridian yang terpajan atau titik di meridian lain yang terkait.

3. Seleksi Akupoin Menurut Gejala

Metode ini adalah memilih akupoin yang memiliki efek khusus untuk terapi gejala tertentu. Misalnya, Dazhui (GV14), Quchi (LI11) dipilih untuk menurunkan demam, Zhongwan (CV12), Fenglong (ST40) dipilih untuk mereduksi dahak; Houxi (SI3), Yaoqi (EX-B9) untuk menyetop epilepsi. Selain itu, memilih titik Ashi untuk terapi berbagai jenis rudapaksa jaringan lunak dan artritis rematoid juga termasuk pemilihan titik menurut gejala.

B.2. Metode Kombinasi Akupoin

Kombinasi akupoin berarti pemilihan titik dengan indikasi sama atau serupa untuk menghasilkan khasiat sinergis, sehingga hasilnya lebih baik. Metode yang umum dipakai adalah sebagai berikut.

  1. Kombinasi akupoin anterior-posterior: Yakni dengan kombinasi akupoin di dada dan perut dengan akupoin di punggung dan pinggang untuk memperkuat efek terapi. misalnya, Zhongfu (LU1), Danzhong (CV17) di anterior dan Feishu (BL13), Dingchuan (EX-B1) di posterior digabung untuk terapi batuk dan asma.
  2. Kombinasi akupoin superior-inferior: Yakni dengan kombinasi akupoin di ekstremitas atas atau di atas pinggang dengan akupoin di ekstremitas bawah atau di bawah pinggang. Misalnya, Hegu (LI4) di superior dan Neiting (ST44) di inferior digabung untuk terapi sakit gigi.
  3. Kombinasi akupoin kanan-kiri: Meridian terdistribusi simetris di tubuh manusia. Oleh sebab itu, dapat memilih akupoin menyilang kanan-kiri (terapi penyakit di satu sisi dengan memilih akupoin di sisi kontralateral), atau memilih akupoin kanan-kiri simetris (terapi penyakit dengan memilih akupoin secara bilateral). Misalnya, titik Hegu (LI4) di kanan untuk terapi paralisis fasial di sisi kiri dan sebaliknya; memilih Liangmen (ST21), Zusanli (ST36) bilateral untuk terapi sakit perut.
  4. Kombinasi akupoin Biao-Li (eksterior-interior): Yakni berdasarkan hubungan Biao dan Li dari tiga meridian Yin dan tiga meridian Yang. Dengan metode ini, jika terdapat penyakit di suatu organ dalam atau meridian, pilih akupoin di meridian terpajan dan akupoin di meridian yang berhubungan Biao-Li secara bersamaan. Misalnya, pilih Qimen (LR14), Taichong (LR3) di meridian hati untuk terapi penyakit hati, selain itu, pilih Yanglingquan (GB34) dan Qiuxu (GB40) di meridian kandung empedu untuk efek sinergistis.
  5. Kombinasi akupoin distal-lokal: Yakni pemilihan akupoin yang jauh dan dekat dengan bagian yang berpenyakit. Biasanya, titik lokal dipakai untuk memacu atau melancarkan aliran Qi dan darah lokal, sedangkan titik distal untuk menghubungkan bagian berpenyakit dengan meridian terkaitnya. Kombinasi titik distal dan lokal dapat memperkuat efek terapi. Misalnya, titik Taiyang (EX-HN5), Touwei (ST8), Baihui (GV20) di area lokal untuk terapi sakit kepala, pilih titik lain di meridian terkait di area distal untuk terapi akarnya.

Pada umumnya, terapis harus memilih titik yang paling penting untuk terapi, dan membuat satu atau lebih resep kelompok akupoin untuk terapi di klinis. Akupoin terapi mencakup untuk terapi akar dan terapi simtom, tidak memilih terlalu banyak titik, jumlah yang tepat disesuaikan dengan kondisi pasien.

Sumber:
Manual Praktek Terapi Akupuntur dan Moksibusi, dokter Willie Japaris
Ditulis ulang oleh: Agus Listriyanto Abdulloh, Mahasiswa Prodi S1 Dharma Usada (Kesehatan Tradisional TCM)

Informasi lebih lanjut mengenai Akupuntur silahkan menghubungi nomer di bawah ini:

whatsapp terapi stroke magelang
whatsapp terapi stroke magelang