gangguan hormon, akupuntur hormon, pcos, infertilitas, disfungi seksual, obesitas, tiroid, diabetes, elektro stimulator, kejantanan

Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin untuk mengoordinasikan berbagai fungsi tubuh lalu membawa pesan tersebut ke organ, otot, kulit, dan jaringan tubuh. Sinyal ini yang memberitahu tubuh kamu apa yang harus dilakukan dan kapan melakukannya. Hormon bekerja pada reseptor yang benar-benar cocok dengannya. Jika tidak cocok, maka tidak ada tindakan apapun yang dihasilkan oleh tubuh.
Fungsi hormon sangat banyak, mulai dari mengatur sistem reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan, merespons stres, metabolisme nutrisi, mengatur aktivitas seks, siklus menstruasi, dan lainnya. Adanya perubahan jumlah hormon, baik itu dalam jumlah besar atau kecil dapat menyebabkan perubahan yang signifikan pada tubuh. Bahkan, pada beberapa kasus bisa menyebabkan kamu mengalami gangguan kesehatan tertentu.
Jenis-Jenis Hormon
Ada beberapa jenis hormon yang mengatur aktivitas dan fungsi tubuh, yaitu:
1. Hormon estrogen
Wanita sangat identik dengan hormon estrogen. Ini karena jumlahnya lebih banyak ditemukan pada wanita daripada pria. Hormon ini diproduksi oleh ovarium. Estrogen berperan dalam mengatur menstruasi, menopause, reproduksi, serta gairan seks. Hormon ini juga memengaruhi beberapa organ tertentu. Contohnya, wanita yang sudah melewati masa pubertas akan menunjukkan perubahan pada beberapa organnya, seperti perkembangan payudara, tumbuhnya rambut kemaluan, hingga pelebaran pinggul. Namun, saat kadar estrogen mulai berkurang, contohnya saat menopause, membuatnya rentan mengalami penurunan gairah seks, masalah tidur, peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, dan rambut rontok.
2. Hormon testosteron
Hormon testosteron adalah hormon pada pria yang dihasilkan oleh testis. Sama halnya dengan estrogen, hormon ini juga diproduksi pada wanita, tapi dengan kadar yang lebih rendah. Testosteron berperan dalam mempertahankan gairah seks, massa tulang, dan produksi sel darah. Kekurangan testosteron pada pria bisa menyebabkan rendahnya gairah seks, berkurangnya jumlah sperma, hilangnya massa otot, hingga disfungsi ereksi. Rendahnya testosteron ini bisa membuat pria merasa tidak percaya diri saat berhubungan seks. Namun, terlalu tinggi testosteron bisa menyebabkan timbulnya jerawat, tingkat agresi yang tinggi, dan mudah tersinggung. Untuk itu, kadarnya harus dijaga agar tetap normal.
3. Hormon pertumbuhan
Hormon pertumbuhan atau growth hormone diproduksi oleh kelenjar pituitari. Hormon ini bertanggungjawab dalam merangsang pertumbuhan, reproduksi, dan regenerasi sel. Orang dengan gangguan hormon ini dapat mengalami gigantisme. Gigantisme adalah kondisi yang menyebabkan anak tumbuh lebih besar dan tinggi seperti raksasa.
4. Hormon insulin
Insulin adalah hormon yang menjadi fokus utama pada pengidap diabetes. Hormon yang diproduksi di pankreas ini memainkan peran penting dalam pengaturan kadar gula dalam darah. Kebanyakan pengidap diabetes melitus tipe 2 tidak bisa menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, kadar gula dalam darah tinggi dan menyebabkan diabetes. Pada diabetes melitus tipe 1, pengidapnya justru tidak mampu menghasilkan insulin sama sekali karena adanya kerusakan pada kelenjar beta pankreas, sehingga pengobatannya harus dilakukan dengan suntikan insulin.
5. Hormon melatonin
Hormon melatonin adalah hormon yang mengatur rasa kantuk dan siklus tidur kamu. Saat tingkat cahaya lebih rendah, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon ini, sehingga lebih mudah tertidur. Jika sulit tertidur, bisa jadi kamu mengalami masalah dengan produksi hormon melatonin. Adanya paparan cahaya dari layar laptop, TV, dan ponsel bisa menyebabkan kamu sulit tidur, karena hormonnya lebih sedikit dihasilkan.
6. Hormon kortisol
Kortisol disebut juga sebagai hormon stres. Saat kamu sedang mengalami tekanan, maka tubuh akan meresponsnya dengan mengeluarkan hormon ini. Dalam jumlah yang cukup, hormon ini bisa meredakan stres yang sedang dialami. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi justru bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kesulitan tidur, masalah berat badan, migrain, kecemasan, hingga gangguan kardiovaskular. Untuk melawan kortisol yang tinggi ini, pastikan kamu mempelajari cara mengendalikan dan mengatur stres dengan tepat, sehingga risiko tersebut dapat diminimalisir.
7. Hormon serotonin
Serotonin adalah hormon yang mengatur suasana hati kamu agar lebih baik. Orang dengan kadar serotonin yang rendah rentan mengalami depresi. Selain itu, serotonin yang rendah juga bisa meningkatkan libido. Hal ini membuat orang yang mentalnya kurang stabil lebih aktif secara seksual. Begitu juga dengan orang yang mengonsumsi antidepresan, karena produksi serotoninnya dihambat.
8. HORMON Dopamin
Dopamin juga memiliki nama lain yaitu “perasaan baik” yang merupakan bagian penting dari sistem penghargaan otak. Sebab, senyawa ini berkaitan dengan sensasi yang menyenangkan, bersama dengan pembelajaran, memori, fungsi sistem motorik, dan banyak lagi.
9. Oksitosin
Oksitosin memiliki nama lain “hormon cinta”. Sebab, oksitosin sangat penting untuk persalinan, menyusui, dan ikatan orangtua-anak yang kuat. Hormon ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan, empati, dan ikatan dalam hubungan, dan kadar oksitosin umumnya meningkat dengan kasih sayang fisik seperti ciuman, pelukan, dan hubungan intim.
10. Endorfin
Endorfin adalah hormon tubuh yang berfungsi sebagai pereda nyeri. Tubuh memproduksinya sebagai respons terhadap stres atau ketidaknyamanan. Kadar endorfin juga dapat meningkat saat kamu melakukan aktivitas yang menyenangkan. Misalnya seperti menikmati makanan lezat, berolahraga, atau berhubungan intim.
Gangguan Kesehatan yang Disebabkan oleh Hormon
Kelebihan atau kekurangan hormon bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, di antaranya:
1. Polycystic ovarian syndrome (PCOS)
PCOS disebabkan oleh produksi hormon androgen berlebih di tubuh wanita. Ini menyebabkan gangguan terhadap perkembangan sel telur dan pelepasannya dari ovarium. Kondisi ini menjadi penyebab utama dari infertilitas (ketidaksuburan).
2. Disfungsi Seksual
Hormon memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kesehatan pria yang memengaruhi berat badan, suasana hati, kesuburan, seks, dan masih banyak lagi. Saat tubuh kelebihan hormon prolaktin, produksi testosteron oleh kelenjar pituitari akan dihambat. Akibatnya, kadar testosteron rendah yang memicu terjadinya disfungsi seksual.
3. Gangguan tiroid
Gangguan tiroid bisa menyebabkan dua kondisi, yaitu:
- Hipertiroid. Penyakit ini menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid. Gejalanya ditandai dengan penurunan berat badan, sulit tidur, gemetar, mudah berkeringat, gugup, detak jantung lebih cepat.
- Hipotiroid, terjadi ketika kelenjar tiroid tidak mampu menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Kondisinya ditandai dengan kulit kering, rambut rontok, wajah bengkak, kenaikan berat badan yang signifikan, denyut jantung melambat, kelelahan, sembelit, dan depresi.
4. Diabetes melitus
Diabetes adalah gangguan hormon yang sangat sering ditemui. Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak bisa memproduksi hormon insulin atau merespons hormon tersebut secara normal. Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula dalam darah. Kekurangan hormon insulin ini membuat pengidapnya memiliki kadar gula darah yang tinggi. Pengidapnya akan merasakan tiga gejala utama, seperti sering merasa lapar, haus, dan buang air kecil.
5. Osteoporosis
Osteoporosis adalah penyakit yang terjadi akibat kurangnya kepadatan tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh dan lebih mudah patah. Salah satu penyebab kondisi ini adalah adanya penurunan hormon estrogen pada wanita saat menopause serta penurunan testosteron pada pria seiring bertambahnya usia. Kurangnya hormon kalsitonin juga menyebabkan osteoporosis. Hormon ini bekerja merangsang penambahan kalsium ke dalam tulang, sehingga strukturnya lebih padat dan kuat.
6. Obesitas
Ada beberapa hormon yang terlibat dalam obesitas, yaitu hormon insulin, tiroid, ghrelin, estrogen, dan leptin. Hormon tersebut memberikan sinyal pada tubuh bahwa ia sedang membutuhkan energi. Tubuh pasti akan meresponsnya dengan rasa lapar, sehingga kamu makan dalam jumlah yang banyak untuk mencukupi energi tersebut. Namun, kebanyakan makanan tersebut disimpan dalam bentuk lemak, sehingga menyebabkan penambahan berat badan.
Titik Akupuntur Untuk Gangguan Hormon
Akupunktur sangat bagus dalam mengatasi ketidakseimbangan hormon karena mengatasi akar masalahnya dan berfokus pada keseluruhan tubuh, dan tidak hanya berfokus pada penanganan gejala. Akupunktur bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan tubuh melalui qi (chi), kekuatan hidup seseorang. Praktisi akan menempatkan jarum pada titik-titik tertentu di sepanjang meridian (saluran) tubuh yang saling berhubungan yang berhubungan dengan organ tertentu. Jika seorang ahli akupunktur menggunakan suatu titik, seperti perut, hal itu belum tentu berhubungan dengan perut fisik, mungkin hanya mengalir di sepanjang saluran tersebut. Saluran hormon melibatkan meridian berikut:
Meridian Du/Governor (GV) merupakan salah satu meridian utama dalam akupunktur yang menghubungkan daerah tulang belakang, leher, kepala, hidung, dan mulut. Beberapa titik penting yang memiliki indikasi klinis untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan termasuk Mingmen (pintu kehidupan), Dazhui (tulang belakang besar), dan Baihui (100 pertemuan) untuk mengatasi sakit kepala, punggung, dan tulang belakang.
Titik akupunktur Yintang atau Yin Tang (EX-HN 3) adalah titik tekanan yang terletak diantara kedua alis. Titik ini juga dikenal sebagai “mata ketiga” dan “Aula Kesan”. Akupuntur pada titik Yintang dapat membantu: Mengurangi kecemasan, Meningkatkan kualitas tidur, Menenangkan pikiran, dan lain-lain. Titik akupuntur LI4 atau Hegu adalah titik tekanan yang berada di antara pangkal ibu jari dan jari telunjuk, tepat di area otot. Titik ini terletak di punggung tangan dan berada di jaringan lunak dan berdaging. Titik LI4 memiliki beberapa fungsi, di antaranya: Penenang dan antispasmodic yang kuat, Dapat membantu meredakan nyeri dan sakit kepala, Dapat digunakan untuk menurunkan nyeri dismenore. Titik LI4 juga dikenal sebagai “Union Valley” dan sering disebut sebagai Great Eliminator. Hal ini karena area ini berada di meridian usus besar yang dikaitkan dengan pembersihan energi.